Serangan jamur akar merah ancam perkebunan kelapa sawit

Serangan ganoderma (jamur akar merah) mulai mengancam keberadaan kelapa sawit Indonesia. Pasalnya, jamur ini akan meyerang tanaman sawit yang berumur di atas 15 tahun dan sudah diremajakan tiga kali.
image

Kepala Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI), Darmono Taniwiryono, mengutarakan jika serangan ganoderma diperhitungkan terhadap produksi dan harga minyak sawit nasional saat ini, maka kerugian negara pada tingkat kematian sawit 1% mencapai US$ 256 juta per tahun.

Bahkan, sambungnya, apabila diperhitungkan satu tanaman sawit seharga Rp 2,6 juta maka tingkat kematian 1% setara dengan kerugian US$ 3.000 juta per/tahun. Padahal, sambungnya, di lapangan tingkat kematian sampai dengan 40%.

“Serangan ganoderma tentunya tidak pandang bulu terhadap sasaran yang diserang. Apakah perkebunan negara, swasta atau rakyat. Akibat serangan ganoderma ini, kerugiannya sangat besar. Sayangnya banyak perusahaan yang baru sadar karena sebelumnya tidak pernah memperhitungkan penanganan serangan jamur tersebut dalam biaya produksi,” ujar Darmono saat konfrensi pers, Rabu (2/11).

Ganoderma adalah jamur patogen yang menimbulkan kerusakan besar pada perkebunan kelapa sawit. Tanaman yang terserang mengalami pembusukan dan akhirnya mati. “Saat ini, ganoderma sudah menyerang 30% kawasan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara. Selain itu juga sudah menyerang Lampung. Adanya ancaman serius ganoderma terhadap industri sawit sindonesia kini telah menjadi perhatian serius pemerintah,” jelasnya.

Sesehat apapun tanaman sawit, sambungnya, jika ditanam pada lahan sakit yang sudah terinfeksi jamur akar merah, maka tidak ada cara lain kecuali revitalisasi kesehatan lahan. Jadi, apapun obatnya, lanjut Darmono, jika sudah terserang Ganoderma maka penanggulangan tanaman kelapa sawit akan sia-sia.

Untuk mencegah serangan ganoderma, bisa dilakukan dengan cara menaburkan biang Jamur Trichoderma dan Pupuk Trichokompos pada lahan sesering mungkin minimal 1 kali setiap 3 bulan. Karena jamur trichoderma ini akan menjadi penghancur jamur genoderma tsb. Karena sifat multi fungsi trichoderma adalah sebagai pengurai  bahan organik dan pembantu proses tanaman dalam penyerapan unsur hara serta sekaligus sebagai biofungisida alami yang berkompetisi dengan jamur lain dalam  mengambil nutrisi serta melindungi perakaran tanaman sawit tersebut.

Bagaimana cara pembuatan jamur trichoderma tsb ?

Baca selanjutnya : KLIK DISINI

Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s