Penelitian Metode Pengendalian Ganoderma sp. Pada Tanaman Perkebunan dan Kehutanan

Laporan Akhir program Tanoto Professorship Award dari  Prof. Dr. Ir. SM. Widyastuti, M.Sc, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada – Yogyakarta

Jakarta, 28 Desember 2010 – Melalui program Tanoto Professorship Award (“TPA”), sejak tahun 2007 Prof. Dr. Ir. SM. Widyastuti,M.Sc yang kerap dipanggil Prof. Wiwiek ini telah melakukan penelitian terhadap jamur Ganoderma philippii dan Rigidoporus lignosus.

Ganoderma sp. merupakan jamur patogen (penyebab penyakit) akar merah yang menyebabkan kerusakan tanaman perkebunan dan kehutanan. Karena sifatnya yang memiliki kisaran inang yang luas, tidak mengherankan kalau Ganoderma sp. menyerang berbagai jenis tanaman kehutanan dan perkebunan, misalnya beberapa spesies akasia (Acacia mangium, A. auriculiformis, A. oraria), sengon (Paraserianthes falcataria), flamboyan (Delonix regia), cemara (Casuarina equisetifolia), angsana (Pterocarpus indicus), dan kelapa sawit.

Sebagai respon dari meningkatnya serangan jamur akar di perkebunan, peneliti telah melakukan berbagai penelitian tentang jamur Ganoderma sp.  yang difokuskan pada pengendalian hayati menggunakan jamur lain yang bersifat parasit terhadap Ganoderma sp., yaitu Trichoderma sp. Trichoderma spp. dikenal sebagai salah satu jamur yang mempunyai sifat antagonis terhadap jamur tanah lain. penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa Trichoderma spp. mempunyai kemampuan antagonistic dalam menghambat pertumbuhan jamur-jamur pathogen terbawa tanah, termasuk Ganodema sp.

Ratih Loekito, Program Director Tanoto Foundation menambahkan bahwa pemilihan Prof. Wiwiek sebagai penerima dukungan dana penelitian melalui program Tanoto Professorship Award melalui seleksi yang didasarkan pada tujuan inti dari program, yaitu penelitian yang memiliki nilai manfaat tinggi bagi masyarakat. ”Sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam, sektor pertanian dan kehutanan merupakan potensi yang  luar biasa besarnya. Melalui dukungan terhadap penelitian pembasmian jamur Ganoderma sp. dengan metode alamiah dari Prof. Wiwiek, Tanoto Foundation berharap dapat mengurangi potensi kerugian pada sektor pertanian dan kehutanan.”

Nilai tambah sektor kehutanan di Indonesia memberikan 82.6% dari keseluruhan sektor  penghasilan di Indonesia . ”Berdasarkan laporan dari Departemen Kehutanan, setoran ke kas negara untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor kehutanan hingga semester I-2010 mencapai Rp 1,338 triliun atau 48,24% dari target tahun 2010 sebesar Rp 2,774 triliun ,” tambah Ratih.

Prof. Wiwiek mengatakan, ”beberapa diantara penelitian yang dilakukan baik di laboratorium, maupun di lapangan adalah: Identifikasi jenis jamur penyebab penyakit busuk akar dan pangkal batang; Isolasi dan identifiksasi senyawa antifungal tanaman dan aktivitasnya terhadap Ganoderma sp.; mengetahui  tingkat toleransi tanaman terhadap Ganoderma sp. yang dikaitkan dengan kadar senyawa metabolit sekunder pada akar tanaman; Mekanisme infeksi Ganoderma sp. pada akar; Identifikasi jenis Ganoderma sp. yang menyerang tanaman kota/pohon perindang; Pengedalian hayati jamur Trichoderma sp. pada Ganoderma sp. yang meliputi efektifitas, interaksi antara beberapa Trichoderma sp., dan keberadaan Trichoderma sp. di akar tanaman serta pengaruh pH pada interaksi antara Ganoderma sp. dan Trichoderma sp”.

Penelitian Ganoderma sp. ini diharapkan dapat memberikan manfaat terutama:

Memberikan informasi mengenai produksi metabolit (senyawa untuk ketahanan tanaman) yang dihasilkan tanaman yang memiliki aktivitas antifungi Ganoderma sp.
Memberikan gambaran (parsial) mengenai bagaimana tanaman merespon infeksi dan bagaimana jamur patogen melakukan infeksi.
Memberikan informasi Jenis jamur penyebab dan pola sebaran penyakit Ganoderma sp. dan pangkal batang untuk menentukan pengendalian yang tepat untuk mengurangi kerugian ekonomis yang diakibatkannya.
Menjadi acuan untuk perbaikan manajemen pengelolaan penyakit Ganoderma sp. yang menyerang pohon-pohon perindang.
Memberikan informasi ilmiah tentang kemampuan Trichoderma sp. yang diaplikasikan di persemaian untuk menekan pertumbuhan Ganoderma sp.

Prof. Wiwiek menambahkan, “Melalui Tanoto Professorship Award, saya dan rekan-rekan ilmuwan dapat mengembangkan penelitian yang diharapkan dapat bermanfaat dalam menambah informasi ilmiah tentang Trichoderma spp. yang diaplikasikan di persemaian untuk menekan pertumbuhan Ganoderma sp. pada tanaman A. mangium. Selain itu, juga akan diketahui jenis jamur penyebab dan pola selbaran penyakit busuk akar dan pangkal batang pada matoa (P. Coreceae) agar dapat ditentukan pengendalian yang tepat untuk mengurangi kerugian ekonomis yang diakibatkannya.”

”Program Tanoto Professorship Award juga telah mendorong suasana akademik dan minat penelitian para mahasiswa doktor, magister maupun tingkat sarjana. Hingga saat ini penelitian metode pengendalian jamur ganoderma telah  menghasilkan 1 orang doktor, 13 orang magister, 28 orang sarjana dan akan terus bertambah lagi”, ujarnya.

INDONESIA BERTANAM  MEMBUKA PELATIHAN
.
PELATIHAN MEMBUAT BIANG F0 TRICHODERMA DAN MEMPERBANYAK BIANG JAMUR TRICHODERMA SERTA MEMBUAT TRICHODERMA CAIR
DAN BONUS PELATIHAN CARA MEMBUAT PUPUK TRICHOKOMPOS DENGAN BAHAN AKTIF TRICHODERMA
TIM INDONESIA BERTANAM SIAP DATANG KETEMPAT ANDA UNTUK ADAKAN PELATIHAN.
BIAYA PELATIHAN Rp. 5 Jt
+ BIAYA TRANSPOR DAN AKOMODASI 2 ORANG INSTRUKTUR. DITANGGUNG PESERTA

HUB/SMS. KAMI
0812 7466 4892

Berikut Contoh Pelatihan yang telah kami adakan di perkebunan kelapa sawit, Lihat : KLIK DISINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s