Pembuatan Pewarna Alami Makanan

Pembuatan Pewarna Alami Makanan dan Aplikasinya

Selain pewarna sintetis, pewarna alami sering juga digunakan dalam pembuatan makanan. Berikut adalah contoh pewarna alami makanan dan cara pembuatannya:

1) Warna Hijau
Warna hijau biasanya diperoleh dari daun-daunan yang mengandung klorofil. Daun-daunan yang biasa digunakan sebagai bahan pewarna makanan antara lain daun suji, daun pandan dan  daun katu. Daun-daun yang digunakan sebagai bahan pewarna makanan selain menghasilkan warna hijau, dipilih juga daun yang memberikan aroma yang sedap pada makanan.

Cara membuat warna hijau dari daun suji: iris halus daun suji, pandan atau katu, haluskan dengan cara ditumbuk atau diblender tambahkan sedikit air. Kemudian diperas dan disaring. Filtrat warna hijau yang diperoleh ditambahkan air kapur sirih untuk pengawet. Masukkan pewarna ini ke dalam lemari es dan dapat digunakan kembali sampai 1 minggu.

Warna hijau dari daun pandan biasanya digunakan untuk membuat makanan kudapan misalnya klepon, kue ku, dawet dan lain-lain. Penggunaan pewarna ini dilakukan dengan cara menambahkan pewarna berbentuk cair ke dalam adonan makanan.

1) Warna Merah
Warna merah untuk makanan biasanya menggunakan kayu secang, buah stroberi, bunga rosella dan lain-lain. Kayu secang ini biasanya digunakan untuk pewarna minuman. Kadang-kadang bahan penghasil warna merah  ini juga memberikan manfaat lain karena mengandung anti oksidan tinggi.

Salah satu contoh pembuatan pewarna merah pada makanan dengan kayu secang yaitu serutan kayu secang yang kering kemudian direbus dengan air sampai tinggal setengahnya. Air rebusan secang disaring dan ditambahkan pada adonan makanan. Pewarna merah dari daun secang ini biasanya digunakan untuk pembuatan minuman secang. Selain dari warna yang diperoleh terdapat flavaniod yang berkhasiat untuk anti oksidan pada metabolisme tubuh. 

2) Warna Kuning
Warna kuning biasanya diperoleh dari bagian tumbuhan yang mengandung beta karoten misalnya wortel, bit, ubi kuning dan lain-lain. Selain bagian tumbuhan  yang mengandung beta karoten, kunyit juga digunakan sebagai pewarna kuning pada makanan. Bahan-bahan tersebut selain memberikan warna juga memberikan khasiat lain pada makanan.

Cara membuat pewarna kuning untuk makanan adalah bahan-bahan tersebut diparut, ditambahkan sedikit air kemudian diperas dan diambil airnya. Setelah itu, pewarna tersebut langsung ditambahkan pada adonan makanan. Makanan-makanan yang menggunakan pewarna kuning antara lain pembuatan puding, mie, kue kukus dan lain-lain.

3) Warna Ungu
Warna ungu dapat diperoleh dari ubi ungu dan bunga telang. Cara membuat pewarna ungu ini adalah dengan menghaluskan bahan dengan cara diblender dan ditambah dengan sedikit air kemudian diambil air berwarnanya. Pewarna makanan ini langsung ditambahkan pada adonan makanan. Warna ungu yang diperoleh dari ubi ungukadang-kadang diperoleh dengan cara menambahkan ubi ungu tersebut ke dalam adonan makanan atau ubi ungu sebagai bahan pengganti bahan utama pembuatan makanan.

Sebagai contoh pembuatan es krim berwarna ungu dengan cara menambahkan ubi ungu secara langsung ke dalam adonan es krim. Makanan-makanan yang menggunakan pewarna alami ubi ungi antara lain kue bakpao, kue kukus, bakpia dan lain-lain.

4) Warna Hitam
Warna hitam dapat diperoleh dari biji keluwak dan air merang. Warna hitam alami ini biasanya dapat diterapkan pada pembuatan kue, sayuran dan dawet. Warna hitam yang diperoleh dari biji keluwak adalah dengan mengambil biji keluwak kemudian dihaluskan dan langsung ditambahkan pada bahan makanan.

Warna hitam yang diperoleh dari air merang dapat diperoleh dengan cara memilih merang yang telah kering benar berwarna kuning agak kecokelatan, kemudian bakar hingga menjadi abu. Untuk 100 gr abu merang, larutkan dengan 250 ml air. Diamkan hingga abu merang mengendap dan airnya hitam jernih. Air abu merang inilah yang digunakan sebagai pewarna alami makanan.

Warna hitam yang diperoleh dari merang dapat diaplikasikan pada pembuatan keu jongkong, dawet hitam, kue lapis, kue talam dan lain-lain. 

Penutup
Bahan aditif  makanan sangat diperlukan dalam proses pembuatan makanan dan minuman untuk tujuan tertentu. Salah satu bahan aditif makanan berupa zat warna juga sangat diperlukan untuk memberikan warna yang lebih menarik. Penggunaan pewarna makanan khususnya pewarna sintetis harus berhati-hati karena mempunyai efek yang kurang baik bagi kesehatan. Penggunaan  pewarna alami sebagai bahan aditif makanan merupakan langkah yang lebih baik untuk mencegah penggunaan bahan aditif makanan yang berbahaya. Pembuatan pewarna alami makanan dibuat lebih awet dengan cara disimpan di lemari pendingin dapat menambah kepraktisan penggunaannya sehingga mendorong masyarakat untuk beralih pada penggunaan pewarna alami makanan. Keanekaragaman makanan yang mengaplikasikan pewarna alami diharapkan dapat menambah kreatifitas masyarakat untuk membuat beraneka makanan dan minuman

Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s