Ilmu Dasar Pemupukan

MENYELAMI LEBIH DALAM TENTANG PEMUPUKAN.

Tanaman tumbuh seperti seperti anak kecil. Anak kecil butuh makan untuk tumbuh berkembang. Anak kecil makan butuh nasi, sayur dan lauk.

Tanaman pun demikian, bagi tanaman pupuk Urea adalah Nasi, pupuk SP36 adalah  sayur dan pupuk KCL adalah lauk Pauk. Oleh sebab itu, tanaman perlu dipupuk dengan seimbang. Jangan sampai anak kecil dikasih nasi aja. Jangan sampai tanaman dikasih pupuk urea aja.

Jenis-Jenis Pupuk

Secara umum, pupuk dapat di bagi ke dalam 2 kelompok :

1. Pupuk Organik.

Yang dapat dikelompokan dalam pupuk organik adalah pupuk kandang, kompos dari tanaman, kotoran hewan/manusia, sisa-sisa makanam, Trichokompos, dll. Dari pupuk organik ini dapat dibuat POC ( pupuk organik cair).

2. Pupuk Anorganik / pupuk kimia

Pupuk Pabrik/kimia dibedakan kedalam 2 jenis :

–  Pupuk  Tunggal : pupuk buatan yang mengandung 1 unsur hara makro. Seperti Urea, dan ZA, KCL, dan SP36

– Pupuk Majemuk : pupuk buatan yang mengandung minimal 2 unsur makro atau lebih ( NPK Kujang, Ponska, pelangi, dll)

Sebagai pupuk buatan, kita diharapkan dapat mengenal karakteristik pupuk  buatan tsb sehingga dapat mengetahui manfaat penggunaannya.

Kandungan Pupuk Buatan

Pupuk Tunggal seperti urea ( 46 % hara N ) dan ZA ( 21 % hara N dan 24 % sulfur ), SP-18 (Super Phosphate -18)  ( 18 % P2O5 ), SP-36 (Super Phosphate -36)  ( 36 % P2O5 ) atau TS-36 ( 36 % P2O5 ) dan TSP (Triple Super Phosphate)  ( 46 % P2O5 ) serta KCL ( 60 % K2O)

Pupuk Majemuk. Pupuk majemuk banyak macamnya, akan tetapi ada beberapa yang paling banyak digunakan petani seperti NPK Kujang 30: 6: 8, NPK Ponska 15: 15 : 15 dan NPK pelangi 20: 10: 10.

Menghitung Kandungan Pupuk NPK Majemuk ke dalam Pupuk Tunggal

Dalam 100 kg NPK Kujang 30: 6: 8 terdapat:
– 65,22 kg Urea,
– 16,67 kg Sp36 dan
– 13,33 kg KCL.

Dalam 100 kg NPK Ponska 15: 15: 15  terdapat:
-32,6 kg Urea,
– 41 kg Sp36 dan
-25 kg KCL.

Dalam 100 kg NPK Pelangi 20: 10: 10 terdapat:
-43,47 kg Urea,
-27,78 kg Sp36 dan
– 16,67 kg KCL.

*** Berapa Dosis Pupuk Untuk Tanaman Padi/Ha ?

Dalam kesempatan ini, Menyesuaikan Rekomendasi Pemupukan Berimbang Daerah setempat..mimin sarankan minta petunjuk Penyuluh Pertanian setempat tentang Rekomendasi anjuran yang benar.

Disini mimin Contohkan saja Rekomendasi anjuran per Ha sawah suatu daerah spt berikut:

a. Dosis Versi 1 :
250 kg urea,  128 Kg SP-36, 75 kg KCL, dan jangan lupa pakai 1.000 kg Pupuk Organik,

Aplikasi :
– Pupuk dasar : 64 kg SP36 + 40 kg KCL dan 50 kg urea
– Pupuk Susulan 1 : 64 kg SP36 kg + 35 kg KCL + 100 kg Urea,
– Pupuk Susulan 2 : 100 kg urea

b. Dosis Versi 2 :
300 kg NPK ponska + 150 kg urea.
jangan lupa pakai 1.000 kg Pupuk Organik,

Aplikasi :
– Pupuk dasar : 150 kg NPK ponska + 1000 kg PO
– Pupuk Susulan 1 : NPK ponska 150 kg + 50 kg Urea,
– Pupuk Susulan 2 : 100 kg urea

Nah..Bila Tak Ada Pupuk Urea (spt kasus pupuk langka)
Permasalahan yang dihadapi oleh petani : “nga ada pupuk urea nga mau pupuk”.  #Rakpopo 🙂  Ada petani yang begitu fanatik dengan pupuk ini.

Solusi ?

1. berikan penjelasan ada pupuk pengganti urea seperti pupuk ZA . Dan jg katakan kpdnya bahwa tanaman tak hanya butuh urea tapi jg pupuk SP dan KCL.
2. Jelaskan kalau didalam pupuk NPK ada kandungan pupuk ureanya.
3. Mulailah belajar perlahan mengompos jerami menjadi pupuk kompos.

Pemupukan Berbanding Lurus dengan Hasil Panen.

Bila petani melakukan pemupukan berimbang, maka sebagian besar saya jumpai merkea mendapatkan hasil yang tinggi. Demikian pula dengan hasil rendemen beras yang tinggi. Dengan demikian petani memperoleh pendapatan yang baik.

Catatan Penting:
Namun, saran Mimin untuk mengurangi pemakain dan biaya pembelian pupuk kimia, ada baiknya menambah pupuk kompos dari jerami.

Kandungan Hara Kompos Jerami Padi
Menurut Penelitian, bahwa kompos jerami padi mengandung:

Rasio C/N = 18,88
C = 35,11%
N = 1,86%
P2O5 = 0,21%
K2O = 5,35%
Air = 55%

Setiap per ton kompos jerami padi memiliki kandungan hara setara dengan total 136,27 kg NPK. Atau 41,3 kg urea, 5,8 kg SP36, dan 89,17 kg KCl.

Potensi jerami padi kurang lebih adalah 1,4 kali dari hasil panennya. Sehngga setiap panennya  (GKG) sekitar 6 ton per ha maka jeraminya yaitu sebanyak 8,4 ton jerami per ha. berarti jerami ini dibuat kompos dan rendemen komposnya 60%, maka dalam satu ha sawah dapat dihasilkan 5,04 ton kompos jerami padi. jadi sudah jelas bahwa dalam satu ha sawah akan menghasilkan 208,15 kg urea, 29,23 kg SP36, 449,42 KCl atau total 686,80 NPK dari kompos jerami padinya.

Mari Stop Bakar Jerami, budayakan malu bakar jerami.
lebih baik kita mengolah jerami menjadi pupuk kompos berkualitas dengan menggunakan dekomposer TRICHODERMA.

Trichoderma ini adalah cendawan agenhayati yang berfungsi sebagai biofungisida dan dekomposer alami. mimin biasa pakai trichoderma untuk mengendalikan penyakit tanaman yg disebabkan oleh jamur patogen pembawa penyakit, dan mimin jg gunakanan trichoderma untuk mengompos bahan2 organik (dedaunan,jerami,dsb) untuk membuat pupuk kompos berkualitas sebagai media tanam yang baik untuk tanaman.. asyik kan 🙂
bagi yang berminat ingin mencoba?

EDISI KHUSUS Best Seller

VCD Panduan Praktis
Mengisolatkan/Membuat Biang Trichoderma dari dalam tanah dan Memperbanyak Biang Trichoderma

Dengan menonton VCD ini anda bisa memproduksi Biang Trichoderma dan membiakannya untuk jumlah yg lebih banyak

Harga Rp.175.000,-
Ongkos Kirim Via Pos Rp.20.000,-
Total Rp.200.000,-

Bagi yang berminat Silahkan Kontak Kami:
hub/sms : 0812 7466 4892

***Kami hanya mengirim via POS.
Mhn sms Alamat lengkap disertai kodepos.  dan pembayaran transfer rek bank BRI kami

======================

BIOFUNGISIDA TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Teknologi yang digunakan merupakan teknologi menengah (tepat guna) dan Bahan baku produksi tersedia di tanah air. Jamur Trichoderma yang dikembangkan adalah plasma nutfah asli Indonesia. Lebih ekonomis (murah dalam ongkos produksinya).

Aplikasi dan Manfaat
Biofungisida Trichoderma dapat diaplikasikan pada pertanian sayuran, seperti cabe, kedelai, kacang-kacangan, tomat, terung-terungan, kol, slada jagung, cucurbita, tanaman buah-buahan, tanaman perkebunan maupun tanaman kehutanan. Ia bermanfaat untuk:

• Mengurangi dampak negatif pestisida kimiawi pada pertanian dan meningkatkan nilai tambah proses dan produksi pertanian yang mengarah pada sistem pertanian organik.
• Memasyarakatkan sistem pengendalian hama terpadu melalui penggunaan biofungisida (biopestisida).
• Menyiapkan produk dan teknologi produksi biopestisida berbahan baku lokal (asli Indonesia) dalam rangka meningkatkan kemandirian nasional.

Pengguna
Industri agrokimia, Agribisnis, Petani Organik, Koperasi, Petani Hortikultura, Perkebunan.

Additional Info

Descriptions: Deskripsi Biofungisida adalah suatu pestisida hayati yang digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman khususnya yang disebabkan oleh jamur (fungi). Penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur patogen sampai saat ini masih merupakan masalah utama di bidang pertanian. Biofungisida Trichoderma merupakan salah satu produk biofungisida yang berbahan aktif sel dan spora Trichoderma harzianum (isolat asli Indonesia) yang merupakan jenis jamur parasit bagi jamur patogen tanaman. Biofungisida Trichoderma harzianum diproduksi dan diformulasikan dalam bentuk granular. Di samping kemampuan sebagai agen biokontrol, jamur Trichoderma harzianum memberikan pengaruh positif terhadap perakaran tanaman, pertumbuhan tanaman, dan hasil produksi tanaman. Sifat ini menandakan bahwa Trichoderma harzianum juga berperan sebagai Plant Growth Enhance

image

Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s