Pelatihan Pengendalian Jamur Ganoderma pada Lahan Kelapa Sawit

Berikut Contoh Pelatihan yang telah kami laksanakan :
1. Pelatihan Di Salah satu Perusahaan Perkebunan Sawit di Pekan Baru – Riau tepatnya di Kab Siak. Tgl 14-15 September 2014

image

Gambar 1. Survei ke lahan kelapa sawit ditemukan beberapa pohon terserang Ganoderma pada pangkal batang

image

Gambar 2. Pohon kelapa sawit telah mati karena terinfeksi serangan jamur Ganoderma

image

image

Gambar 3. Survei ke pohon kelapa sawit melihat bentuk jamur ganoderma pada pohon kelapa sawit.

image

image

image

Gambar 4. Sumber Ganoderma dari tunggul kayu yang tidak dibersihkan.

image

Gambar 5. Hasil survei di lahan ditemukan Ganoderma yang mati.
Hal ini karena pengaruh aktivitas Trichoderma ( lihat warna hijau )

image

Gambar 7. Pemetaan titik lokasi yang diduga telah terinfeksi ganoderma.

image

image

Gambar 8. Praktek meramukan obat pengendalian Ganoderma

2. Pelatihan Pengendalian Ganoderma di PT. HERFINTA F&P di Labuhan Batu Sumatera Utara ( 23-24 Maret 2017 )


PERMASLAHAN UMUM PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI INDONESIA
Perkebunan kelapa sawit Indonesia menghadapi serangan penyakit yang sangat ganas karena seranagan penyakit ini bisa memporakporanda perkebunan kelapa sawit, yaitu penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh gangguan jamur Ganoderma. Selama ini penyakit busuk pangkal batang pada pohon kelapa sawit tidak menjadi penyakit penting, jauh dari perhatian pemilik kebun kelapa sawit. Namun akhir-akhir ini banyak laporan bahwa penyakit busuk pangkal batang menyebar dengan cepat menginfeksi pohon pokok kelapa sawit di areal perkebunan yang tidak diketahui sebelumnya gejala-gejala penyakit tersebut, namun tiba-tiba pohon pokok kelapa sawit mati begitu saja.
PENGAMATAN KAMI DI LAPANGAN
Dari pengamatan langsung di lahan perkebunan kelapa sawit ( Di beberapa daerah Propinsi Riau, Seperti di Siak dan Kampar ), kami mendapatkan informasi umum gejala-gejala yang dapat dilihat secara visual pada pohon pokok kelapa sawit yang menunjukan serangan ganoderma, yaitu (1) tidak membukanya daun pucuk muda, (2) menggantungnya pelapah daun, (3) kondisi terparah batang pohon sawit melapuk.
Pada gejala poin 1 dan 2 diatas, pohon kelapa sawit yang terserang masih punya harapan untuk disembuhkan, namun pada poin gejala 3 sulit dilakukan pengendalian lagi.
POLA PENYEBARAN PENYAKIT
Penyebaran serangan penyakit ini sangat cepat melalui ; (1) kontak akar antar pohon kelapa sawit, (2) spora ganoderma menyebar melalui angin, terbawa serangga, dan (3) spora ganoderma juga dapat tersebar akibat kegiatan panen dan pemeliharaan kebun.
Pada awalnya jamur Ganoderma hidup di bekas tunggul-tunggul kayu ataupun bekas tunggul-tunggul pohon kelapa sawit yang tidak dibersihkan secara baik,, oleh sebab itu serangan penyakit ini pada umumnya banyak terjadi pada kondisi perkebunan kelapa sawit generasi ke-2 dan ke-3, dimana setelah kegiatan penanaman ulang (Replanting) sisa tunggul-tunggul tidak dibersihkan dengan baik diareal perkebunan.
PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN
Metode pencegahan dan pengendalian serangan penyakit busuk pangkal batang ini kami melakukan percobaan di areal perkebunan kelapa sawit di daerah Propinsi Riau, yaitu dengan metode pengendalian secara biologis. Prinsip utama pada pengendalian secara biologis ini adalah memperhatikan tingkat keseimbangan ekosistem areal perkebunan kelapa sawit.
Permasalahan utama penyebaran serangan penyakit busuk pangkal batang adalah areal perkebunan kelapa sawit sudah terkontaminasi oleh penyakit, jadi tanaman kelapa sawit sesehat apapun yang ditanam di areal tersebut tetap akan terserang penyakit. Maka pada perlakuan kami memanfaatkan musuh alami dari jamur Ganoderma yaitu agenhayati Trichoderma.Sp.
LANGKAH KERJA PENGENDALIAN
Untuklangkah pengendalian Percobaan kami lakukan dengan cara menaburkan Jamur Trichoderma.Sp sebanyak 100-200 gram disekitar perakaran pohon pokok kelapa sawit yang sudah terserang.
Sedangkan pada langkah pencegahan bagi pohon pokok kelapa sawit yang belum terserang juga dilakukan perlakuan yang sama yaitu menaburkan Jamur Trichoderma.Sp sebanyak 100-200 gram disekitar perakaran pohon pokok kelapa sawit. Pada saat setelah perlakuan ini yaitu selama 3 (tiga) bulan tidak dilakukan pengendalian gulma dengan memakai herbisida, selanjutnya bulan ke empat setelah perlakuan ini dibolehkan mengendalikan gulma dengan herbisida.
HASIL
Hasil percobaan selama 3 (tiga) bulan yang kami lakukan yaitu (1) pohon pokok kelapa sawit yang masih menunjukan gejala seperti poin 1 dan 2 diatas dapat sembuh dengan baik, yaitu mulai membukanya pucuk daun muda dan tumbuh normal kembali. (2) namun pada pohon pokok kelapa sawit yang menunjukan gejala seperti poin 3 diatas, tidak berhasil dikendalikan, maka harus dimusnahkan dari areal perkebunan sebab bisa menjadi sumber penyakit selanjutnya. (3) pada pohon pokok kelapa sawit yang belum ada gejala terserang BPB akan terlindungi dengan adanya perlakuan penaburan jamur Trichoderma.Sp. Karena jamur Trichoserma.sp menjadi musuh alami dari penyebaran spora jamur Ganoderma yaitu dengan menginfeksi hifa jamur Ganoderma sehingga jamur Ganoderma menjadi matimati


Sasaran Trichoderma :

Photo : Biang Trichoderma.sp siap diaplikasikan untuk mengendalikan Ganoderma

INDONESIA BERTANAM

MEMBUKA PELATIHAN
PELATIHAN MEMBUAT BIANG F0 TRICHODERMA DAN MEMPERBANYAK BIANG JAMUR TRICHODERMA SERTA MEMBUAT TRICHODERMA CAIR.
DAN BONUS PELATIHAN CARA MEMBUAT PUPUK TRICHOKOMPOS DENGAN BAHAN AKTIF TRICHODERMA
TIM INDONESIA BERTANAM SIAP DATANG KE LOKASI ANDA UNTUK MELAKSANAKAN PELATIHAN.
BIAYA PELATIHAN RP. 7,5 JUTA
+ BIAYA TRANSPOR DAN AKOMODASI 2 ORANG INSTRUKTUR. DITANGGUNG PESERTA.
======================
HUB. KONTAK RESMI KAMI :

KLIK DISINI
======================

Ditingkat penelitian di laboratorium, kami telah menguji daya kemampuan jamur Trichoderma ini mengatasi serangan terhadap penyakit busuk pangkal batang pada pohon kelapa sawit. Berikut uji laboratorium yang kami lakukan :

1. Uji di media PDA, yang terdapat isolat jamur Ganoderma, kemudian kami masukan isolat Jamur Trichoderma. Terlihat 3-5 hari media PDA terkontaminasi oleh spora Trichoderma (hijau) dan menginfeksi jamur Ganoderma hingga mati

2. Uji lab di media baglog ( sebuk kayu, dedak bokatul, kapur dolomit ), yang mana di media baglog sengaja ditumbuhkan isolat Ganoderma hingga tumuh tubuh buah. Kemudian media baglog tersebut dimasukan lagi isolat Trichoderma. Hasilnya media baglog akan dikontaminasi oleh miselium spora Trichoderma ( warna hijau ) hingga menginfeksi pertumbuhan jamur Ganoderma hingga mati.


8 respons untuk ‘Pelatihan Pengendalian Jamur Ganoderma pada Lahan Kelapa Sawit

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: