Membuat Briket Arang Sekam Padi sebagai bahan bakar alternatif

image

Untuk memafaatkan sekam menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah, gas atau arang kayu, sekam harus diproses dulu menjadi arang sekam.  Proses pembuatan arang sekam cukup sederhana dan dapat

dikerjakan sendiri oleh petani dan keluarganya tanpa membutuhkan  peralatan khusus dan tidak membutuhkan banyak tenaga.
            Dalam proses pembuatan arang sekam ada dua macam tehnik yaitu dengan menggunakan alat pembakar atau tanpa menggunakan alat pembakar. Dari kedua cara berikut petani dapat memilih cara yang praktis untuk dilakukan  Berikut cara pembuatan arang sekam dengan tehnik yang berbeda :
a.      Proses pembuatan arang sekam dengan menggunakan alat pembakar
Alat dan bahan :
cerobong besi sepanjang 1 meter
gembor untuk menyiram
sekam padi
kayu bakar
Cara kerja:
Bakar terlebih dahulu kayu api sampai menjadi bara
Tutup bara dengan cerobong besi yang telah disediakan
Setelah cerobong panas, taburkan sekam disekeliling cerobong, biarkan sekam sampai menjadi arang, kemudian tarik menjauh dari cerobong
Timbunkan kembali sekam baru kesekeliling cerobong, lakukan terus sampai semua sekam habis.
Siram sekam yang telah menjadi arang sampai benar-benar dingin agar tidak menjadi abu.
Gambar 3.  Membakar sekam dengan menggunakan alat pembakar
b.  Proses pembuatan arang sekam tanpa menggunakan alat pembakar
Bahan dan Alat :
1.  Sekam Padi  100 kg (20 karung besar)
2. Gembor untuk menyiram
3.  Sabut atau tempurung kelapa
4.  Minyak tanah
5.  Air untu menyiram bara sekam
Cara Kerja :
1.   Tumpuk sekam padi sebanyak 2 karung besar untuk setiap tumpukanBakar bagian puncak tumpukan dengan menggunakan sabut kelapa yang sudah ditambah sedikit minyak tanah
Api yang dihidupkan akan membakar sekam sekelilingnya hingga menjadi bara,
            meskipun apinya mati, baranya akan tetap hidup dan membakar sekam yang lain,
            proses pembakaran ini akan memakan waktu kurang lebih 12 jam
Setelah semua sekam menjadi arang, siram segera dengan air agar tak menjadi abu.

Proses pembuatan briket arang sekam
            Briket adalah hasil pemadatan arang sekam yang dicampur dengan perekat.  Tujuan dari pemadatan ini adalah agar bara yang terbentuk lebih tahan lama dan suhu panas yang dihasilkan lebih tinggi, tidak menghasilkan asap.
Langkah kerja dalam proses pembuatan briket arang sekam adalah :
1.      Tumbuk arang dengan menggunakan lesung  sehingga dihasilkan tepung arang sekam
2.      Siapkan bahan perekat berupa tanah liat yang telah dicairkan dengan air dengan perbandingan 5 : 1 (tanah liat :air)
3.      Campurkan bahan perekat kedalam tepung arang sekam dengan perbandingan 6 bagian sekam dan 1 bagian perekat, aduk sampai rata.
4.      Cetak adonan dengan menggunakan bambu atau paralon yang telah dipotong-potong dengan panjang 5 cm dan diameter 1 inchi.
5.      Jemur briket yang sudah dicetak sampai benar-benar kering (lama penjemuran tergantung cuaca)
   
Catatan Penting:

            Dari hasil pengamatan di lapangan tehnik pengarangan tanpa menggunakan cerobong besi lebih mudah dikerjakan petani.  Hal ini dikarenakan petani tidak perlu menunggu dalam proses pengarangan. Pada proses pengarangan yang ditumpuk, cukup hidupkan api diatas tumpukan dan biarkan sekam terbakar habis menjadi arang.  Apabila menggunakan cerobong besi sekam harus terus dijaga agar tidak menjadi abu dan harus mengganti sekam yang telah menjadi arang dengan sekam baru, sehingga lebih menyita waktu.  Yang sama dari kedua tehnik ini adalah sama-sama harus disiram dengan air, agar arang tak menjadi abu.  Dan pada saat penyiraman harus dipastikan bahwa arang sekam  benar-benar telah mati.
            Proses pengarangan tanpa alat sebaiknya dilakukan pada jam 5 sore untuk menghindari gangguan ternak.  Karena proses pengarangan membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam, sehingga keesokkan harinya sekam telah menjadi arang. Jadi tidak perlu ditunggu atau diaduk berkali-kali. Sekam hanya perlu diaduk sekali untuk meratakan sekam agar terbakar semua. Sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga. Apabila pada saat pembakaran sekam terjadi hujan sekam tidak akan mati, sekam yang berada di bagian dalam akan terus terbakar, karena sekam yang berada dibagian luar mampu menahan air hujan untuk tidak masuk ke bagian dalam sekam.  Jadi tidak dibutuhkan atap untuk membakar sekam tersebut.
            Biasanya petani membakar sekam untuk dijadikan abu yang selanjutnya abu tersebut digunakan membuat tungku, proses pembakarannya hampir sama, yaitu dengan cara ditumpuk. Perbedaannya terletak pada saat memulai pembakarannya. Apa bila ingin membuat abu sekam maka proses pembakaran dimulai dari bawah tumpukan, jadi buat terlebih dahulu bara api, kemudian tumpuk dengan sekam kering, maka yang dihasilkan adalah abu sekam. Dan pada proses pembuatan arang sekam proses pembakaran dimulai dari atas tumpukan.

image

            Untuk mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat arang sekam dan mencetak menjadi briket , maka perlu dihitung analisa biaya yang dibutuhkan untuk membuatnya.  Sehingga dapat diputuskan untuk menggunakan briket arang sekam ini menjadi bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah, gas dan kayu api.  Sehingga permasalahan tentang mahalnya harga minyak tanah dan naiknya harga gas elpiji dapat teratasi.
Menurut beberapa hasil percobaan panas yang dihasilkan oleh pembakaran Sekam  berkisar antara  2.937,3 – 3.341 kkal per kg sekam  ( Ikatan Mahasiswa Teknologi  Hasil Pertanian IPB 1981 dalam Winarno, F.G. et al:, 1985)
Menurut Aranlo, Dante De Padna dan Michael Graham (1976) menyatakan bahwa nilai kalori sekam adalah 3000 kkal per kg sekam.  Menurut Sumangat (1978) dalam Winarno F.G. et al:, 1985), 1 kg sekam menghasilkan panas 3200 kkal per kg sekam setara dengan setengah liter minyak tanah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s