Optimalisasi Lahan Gambut dengan Budidaya Sayuran dan Padi

Penggunaan lahan gambut untuk pengembangan tanaman masih ditemui beberapa masalah antara lain : kematangan tanah,
ketebalan gambut bervariasi, penurunan permukaan gambut, rendahnya daya tumpu, rendahnya kesuburan tanah, adanya lapisan pirit (banyak mengandung besi) dan pasir, PH tanah yang sangat masam, jenuh air musim hujan dan kekeringan saat kemarau, serta rawan kebakaran.

Namun lahan gambut yang bermasalah tersebut dapat dikelola dengan upaya khusus untuk pengembangan aneka tanaman hortikultura. Pada dasarnya cara budidayanya sama dengan budidaya di lahan non gambut, hanya ada beberapa perbedaan.

Persiapan lahan tanam dilahan gambut diatur dengan bentuk sistem Surjan, yaitu dibuat guludan-guludan yang ditanami sayuran dan bawahnya untuk sawah ditanami padi. Ukuran guludan dengan lebar 3-5 meter dan tinggi 0,5-0,6 meter. Sedangkan sawahnya dengan lebar 15 meter dan panjangnya menurut panjang lahan. Bentuk sistem surjan seperti gambar.

image

Diatas guludan yang akan ditanami sayuran diolah dengan digemburkan, dilumpurkan dan diratakan. Pada umumnya tanah gambut masam, maka perlu diberi kapur sebanyak 5 ton per ha untuk 5 kali musim tanam. Kenudia untuk menambah kandungan hara tanah ditaburkan pupuk Trichokompos sebanyak 6 ton per ha.  lihat cara membuat Trichokompos : Klik Disini.

Persemaian Benih
Benih sayuran yang akan ditanam pada tanah gambut, harus disemaikan pada campuran tanah + pupuk Trichokompos dengan perbandingan 2 : 1. Semaikan benih sayuran pada campuran tanah dan pupuk trichokompos sampai tumbuh tunas.

Pemupukan dilakukan pada saat tanam, dipupuk dengan seluruh dosis pupuk SP-36 dan 1/2 dosis pupuk KCL. Pemupukan urea diberikan sampai 3 kali, yaitu : 1). 7-10 HST sebanyak 1/3 dosis.  2). 30 HST sebanyak 1/3 dosis. 3). Saat penyiangan sebabyak 1/3  dosis.  Untuk menambah mutu diberikan Larutan ( Trichoderma +  Air + ZPT organik ).

Pemeliharaan dilakukan secara intensif, dengan sekaligus perbaikan guludan secara teratur. Lakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sesuai anjuran. Lebih ditekankan pada pengendalian menggunakan ramuan Pestisida Nabati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s