Juara Olimpiade Dari Indonesia : Mengolah Kotoran Sapi Menjadi Parfum

Lewat karya berupa parfum pengharum ruangan yang dibuat dari kotoran sapi, Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti, siswi kelas XI IPA dari SMA Muhammadiyah 1 Babat, Lamongan, Jawa Timur, berhasil meraih juara pertama tingkat nasional pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2013 pada 26-28 Februari lalu.

Atas keberhasilan tersebut, keduanya mewakili Indonesia pada lomba International Environment Project Olympiad (INEPO) 2013 di Istanbul, Turki pada 17-20 Mei 2013.

Penggunaan kotoran sapi sebagai bahan baku merujuk persyaratan panitia INEPO 2013. Ditekankan agar bahan baku harus yang mudah ditemukan di semua negara. Persyaratan tersebut mendukung karya Nailul dan Rintya.

Pada ajang INEPO, Nailul dan Rintya akan beradu karya dengan peserta dari 50 negara. Di antaranya Kanada, Denmark, Finlandia, Jerman, Italia, Portugal, Malaysia, Amerika Serikat, Rusia dan Polandia.

Untuk menjadikan kotoran sapi menjadi parfum pengharum ruangan memerlukan proses dan tahapan.

Menurut dua siswi ini, bagian tersulit adalah proses fermentasi kotoran sapi dengan jamur : baca cara fermentasi KLIK DISINI . Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 7 hari. Setelah itu, kotoran sapi yang sudah di fermentasi di peras atau filter dengan bantuan pengenceran dengan air untuk di ambil ekstraknya.

Proses selanjutnya adalah destilasi atau penyulingan dengan pengapian yang cukup, proses ini juga bertujuan mensterilkan ekstrak tersebut. Hasil destilasi dari ekstrak kotoran sapi selanjutnya  dicampur dengan natrium bicarbonat, dan dimasukkan ke botol kemasan pengharum ruangan.

image

Parfum pengharum ruangan yang dihasilkan dari kotoran sapi mempunyai aroma bau alami dari tumbuh-tumbuhan yang biasa dimakan oleh sapi.

Dipatenkan

Karya dua siswa tersebut juga sudah diuji coba. Biaya untuk memproduksinya cukup murah, yakni dengan Rp 21.000 dapat menghasilkan kemasan berisi 225 mililiter. Produk pengharum ruangan di pasaran Rp 39.900 untuk kemasan 275 gram.

“Biayanya murah sekali,” kata Nailul pada saat memaparkan karyanya di depan Bupati Lamongan Fadeli, di Guest House Pemerintah Kabupaten Lamongan pada 7 Maret 2013.

Rencananya, hasil karya kedua siswa tersebut akan diajukan untuk mendapatkan hak paten di Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM. Pemerintah Kabupaten Lamongan akan memfasilitasinya. “Ini karya yang langka,” ujar Mohammad Zamroni, juru bicara Pemerintah Kabupaten Lamongan.

=>> Belajar Mengolaha Sampah Organik Menjadi Barang Bernilai Guna dan Bernilai Ekonomis, baca selanjutnya

Iklan

One Comment Add yours

  1. AyoTutorial berkata:

    WOW Sangat Mantap Semua Tutorial Lengkap Apa Saja Ada Mantap Dah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s