Pengendalian Penyakit Pada Tanaman Tomat

A. Jenis Penyakit

Penyakit busuk daun
Ini merupakan cendawan yang menyerang tanaman tomat. Datang ketika udara lembab dan malam harinya berkabut atau hujan.

Penyakit busuk buah
Biasa menyerang ketika tomat sedang diangkut atau dalam penyimpanan di tempat yang lembab dan bersuhu tinggi. Atau bisa juga karena cendawan Colletotrichum phomoides.

Penyakit bercak daun
Ini akibat cendawan daun yang lambat sekali serangannya.

Penyakit kepang daun
Penyakit ini biasa menyerang tanaman muda di persemaian atau tanaman tomat yang terlindung. Serangan terjadi ketika iklim sedang lembab dengan suhu panas. Biasanya penyakit ini lebih sering datang pada tanaman tomat di rumah kaca.

Penyakit cekik
Disebabkan karena dua cendawan Pythium dan Rhizoctonia yang menyerang tanaman muda di persemaian, bila tanah terlalu lembab. Akibatnya, bibit tomat akan mati.

Penyakit gugur daun
Penyakit cendawan ini biasa menyerang tanaman tomat di kebun. Daun-daun akan menguning lalu menjalar ke pucuk-pucuk daun.

Penyakit layu
Penyakit ini paling ditakuti karena sangat mudah menyebar ke seluruh hamparan tanaman tomat dengan cepat.

B. Pengendalian Penyakit
– Perlakuan Penaburan atau penyemprotan jamur Trichoderma saat persemaian dan pindah tanam.
– ditaburi Trichoderma sebanyak 3 sendok makan per tanaman atau dikocor dan pupuk kandang/pupuk organik. Diulang setiap 2 minggu sampai areal tersebut bebas dari jamur. ( perlakuan Trichoderma ini untuk semua jenis penyakit pada tanaman tomat )

Apa itu Trichoderma ?

Prinsip pengendalian dianjurkan adalah pengendalian secara ramah lingkungan, yaitu Penggunaan Agenhayati Antagonis terhadap Jamur-jamur patogen pembawa penyakit seperti diatas merupakan langkah yang sangat tepat. Salah satu agenhayati antagonis terhadap jamur-jamur patogen pembawa penyakit adalah Trichoderma.

Trichoderma merupakan cendawan antagonis yang sangat berperan membantu mengatasi beberapa jenis penyakit pada tanaman seperti penyakit diatas. Dimana Cendawan Trichoderma ini dilaporkan sebagai bioFungisida karena Trichoderma akan berkompetisi dalam hal nutrisi dengan jamur lain dilapangan sehingga jamur-jamur patogen pembawa penyakit mati terinfeksi oleh jamur Trichoderma ini.

Sisi lain Trichoderma juga dilaporkan sebagai bioDecomposer atau mikroba pengurai bahan organik menjadi kompos. Sehingga banyak kalangan petani memanfaatkan biang/isolat Trichoderma sebagai starter pengomposan pada pembuatan pupuk organik/kompos, seperti membuat kompos dari jerami dan serasah dedaunan.

Dilapangan Trichoderma juga banyak berperan membantu pertumbuhan tanaman, dimana Trichoderma membantu mempercepat proses penguraian unsur hara mikro dan makro didalam tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Berikut ini kami jelaskan cara membuat Agenhayati Trichoderma ini, baca selanjutnya : < Klik Disini >

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s