Cegah laju erosi DAS dengan Pohon Bambu

Degradasi lahan di Indonesia, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) pada bagian hulu dan terlebih lagi pada bagian hilir lajunya terus meningkat dan bahkan terkesan tidak terkendali.  Yang berdampak merusak pada tatanan siklus hidrologi, sehingga ketika musim  penghujan  sering  terjadi banjir,  dan  saat  musim  kemarau terjadi  krisis  air.  Harus  disadari bahwa tindakan konservasi  alam dalam rangka pemulihan hutan dan lahan serta fungsi DAS dengan menggunakan tanaman  kayu  sangat  mahal  dan  membutuhkan perawatan maupun waktu yang lama. 

Menyikapi kondisi demikian, pemerintah perlu melakukan kebijakan jangka pendek untuk mengatasinya, adapun langkah bijaksana yang dapat diambil dalam jangka pendek terutama untuk melindungi DAS adalah dengan menggunakan bambu sebagai tanaman konservasi.
Selain memiliki keunggulan untuk memperbaiki sumber tangkapan air yang sangat baik, sehingga mampu meningkatkan water storage (cadangan air bawah tanah)   secara nyata, maka pertimbangan menggunakan bambu sebagai tanaman konservasi adalah karena bambu merupakan tanaman yang mudah ditanam serta memiliki pertumbuhan yang sangat cepat,   tidak membutuhkan perawatan khusus, dapat tumbuh pada semua jenis tanah,   tidak membutuhkan  investasi besar,   sudah  dewasa  pada  umur  3  –  5 tahun dan dapat di panen setiap tahun tanpa merusak rumpun serta memiliki toleransi tinggi terhadap gangguan alam  dan kebakaran.
image

Disamping itu,   bambu juga memiliki kemampuan peredam suara yang  baik  dan  menghasilkan  banyak  oksigen  sehingga  dapat ditanam  di daerah pemukiman maupun dipinggir jalan raya.

Tanaman bambu mempunyai sistem perakaran serabut dengan akar rimpang yang sangat kuat, meskipun berakar serabut pohon bambu sangat tahan terhadap terpaan angin kencang. Perakarannya tumbuh sangat rapat dan menyebar ke segala arah, serta memiliki struktur yang unik karena terkait secara horizontal dan vertikal, sehingga  tidak  mudah  putus  dan  mampu  berdiri  kokoh  untuk menahan erosi dan tanah longsor di sekitarnya, disamping itu lahan di bawah tegakan bambu menjadi sangat stabil dan mudah meresapkan   air. Dengan   karakteristik   perakaran   seperti   itu, memungkinkan tanaman ini menjaga sistem hidrologis yang menjaga ekosistem    tanah  dan  air, sehingga  dapat  dipergunakan  sebagai tanaman konservasi.
Kecepatan pertumbuhan bambu dalam menyelesaikan masa pertumbuhan vegetatifnya merupakan tercepat dan tidak ada tanaman  lain  yang  sanggup   menyamainya.   Dari beberapa hasil penelitian, kecepatan pertumbuhan vegetatif bambu dalam 24 jam berkisar 30 cm – 120 cm tergantung dari jenis- nya. Sebuah   keajaiban pertumbuhan yang tidak dapat ditemukan pada tanaman  lain.  Selain  itu, bambu memiliki umur yang panjang dalam siklus hidupnya, dapat mencapai  30 – 100 tahun bahkan lebih tergantung dari jenisnya.

Bambu juga tahan kekeringan dan bisa tumbuh baik di lahan curam,  sehingga bambu mempunyai potensi untuk menahan long- sor. Walaupun kadang-kadang dijumpai banjir atau tanah longsor yang menghanyutkan rumpun bambu. Itu bisa terjadi pada rumpun bambu yang tumbuh soliter (rumpun tersendiri). Kalau bambu ditanam   berderet   menyerupai   teras   pada   sebuah   lereng   dan membentuk sabuk gunung, dimana akar bambu akan saling terkait dan mengikat antar rumpun, maka kekuatannya sangat luar biasa. Rumpun bambu berikut serasah di bawahnya juga mampu menahan top soil   hingga tidak hanyut tergerus run off air hujan. Sehingga kemampuan   tanaman   bambu   untuk   mencegah   erosi   maupun longsor dapat diandalkan.

Bambu merupakan salah satu jenis tanaman perintis, sehingga untuk tumbuh tidak membutuhkan persyaratan tumbuh yang teramat rumit sebagaimana tanaman lain.

Cara Menanam bambu : KLIK DISINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s