Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Cabe Secara Ramah Lingkungan

Beberapa serangan penyakit pada tanaman cabe seperti ;
– Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun.

– Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.

– Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan.

– Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan.

– Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp.

– Embun bulu, ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica.
Cara Pengendalian Dini :
Pengendalian jenis penyakit yang disebutkan diatas mesti dilakukan dengan perlakuan pengendalian dini, artinya sejak dari persemaian dilakukan penaburan / penyemprotan dengan agenhayati Trichoderma.

image

Agenhayati Trichoderma adalah sejenis jamur yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari serangan jamur-jamur penyebab penyakit dengan cara merusak hifa dari jamur tsb. Sehingga jamur Trichoderma dapat menekan populasi jamur lain pembawa penyakit di lahan.

Aplikasi : dilakukan dengan penaburan trichoderma di persemaian dan penaburan / penyemprotan trichoderma rutin setiap 2 minggu setelah tanam.

Dosis : untuk lahan persemaian cukup penaburan 0,25 kg di persemaian. Sedangkan untuk setelah tanam 2 sendok makan per rumpun. Atau untuk perlakuan trichoderma bentuk cair bisa di kocor dan disemprot ke tanaman.

Cara Membuat Trichoderma : KLIK DISINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s