Menghitung Jejak Karbon

Emisi dari gas rumah kaca (GRK), yang sebagian besar terdiri dari karbon dioksida (CO2) dan gas methana (CH4), dalam seratus tahun terakhir terus meningkat konsentrasinya di atmosfer.

image

Peningkatan ini seiring dengan semakin meningkatnya populasi manusia dan kegiatan ekonomi yang dilakukannya. GRK yang semakin menumpuk di atmosfer dan menjadikan sinar matahari tidak bisa terpantul secara sepenuhnya ini yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca, penyebab utama pemanasan global.  Pengetahuan akan hal ini sekarang ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat, perusahaan, akademisi, atau bahkan anak sekolah.

Konsep jejak karbon
image

Jejak karbon adalah akumulasi dampak karbon dari semua kegiatan anda!
Jejak karbon adalah akumulasi dampak karbon dari semua kegiatan anda!
Kegiatan sehari-hari seperti menggunakan transportasi berbahan bakar fosil, menggunakan listrik untuk berbagai keperluan, memasak, dan bahkan membuang sampah, semuanya memproduksi emisi GRK yang akhirnya berkumpul di atmosfer. Jumlah dari GRK ini akan semakin meningkat apabila individu atau organisasi seperti perusahaan semakin sering melalukan aktivitas ekonomi, seperti memproduksi barang di pabrik, transportasi, kegiatan perkantoran, dan lain-lain. Karena aktivitas dan kegiatan yang dilakukan berbeda-beda, maka setiap individu dan organisasi memproduksi GRK yang jumlahnya berbeda juga.

Bagaimana kemudian cara menghitung dosa kita tersebut pada bumi?

Perhitungan akan emisi yang telah dihasilkan oleh individu atau organisasi untuk melakukan kegiatan sekarang ini jamak dikenal sebagai perhitungan jejak karbon. Jejak karbon ini didefinisikan sebagai berapa banyak atau berapa besar GRK yang dihasilkan pada saat melakukan aktivitas atau memproduksi suatu barang. Besaran dari GRK dalam jejak karbon ini kemudian dikonversikan dan dihitung berdasarkan satuan ton karbon dioksida atau ton CO2.

Bagi individu, apalagi yang bukan berasal dari latar belakang teknik, menghitung jejak karbon akan sangat sulit, lain halnya dengan organisasi atau perusahaan yang dapat menyewa konsultan atau tenaga ahli guna melakukan perhitungan jejak karbon ini. Walau begitu sebenarnya perhitungan jejak karbon ini bukan tidak mungkin dilakukan oleh individu per orangan, terutama bagi mereka yang ingin melakukan kontribusi penurunan emisi GRK.

Formula dasar dari perhitungan jejak karbon ini adalah besar emisi spesifik yang dihasilkan oleh suatu kegiatan dikalikan dengan frekuensi kegiatan tersebut dilakukan. Maka apabila kita mengetahui jumlah emisi yang dihasilkan oleh pembakaran bensin satu liter dalam mobil yang kita gunakan, emisi kita daam satu bulan untuk penggunaan mobil pribadi adalah jumlah bensin yang digunakan dikalikan dengan emisi spesifik satu liter bensin. Hal yang sama juga berlaku untuk penggunaan listrik, emisi yang dihasilkan oleh penggunaan listrik di rumah adalah jumlah pemakaian listrik di rumah (satuannya kilowatt hour atau kWh) dalam satu bulan dikalikan dengan jumlah emisi spesifik yang dihasilkan oleh pembangkitan satu kWh listrik. Yang menjadi masalah kemudian adalah bukan hanya formula sederhana tersebut, tapi banyak dan bermacamnya kegiatan yang harus dihitung dalam satu kurun waktu tertentu.

Kalkulator karbon

Sekarang sudah banyak piranti lunak yang dibuat untuk memudahkan perhitungan jejak karbon, piranti ini disebut sebagai kalkulator karbon. Di Indonesia, beberapa lembaga sudah mengembangkan kalkulator karbon dan bahkan setiap orang dan perusahaan kemudian bisa memanfaatkan website khusus kalkulator karbon ini.

Pertanyaan yang kemudian timbul adalah bagaimana kemudian menghapus dan menebus dosa tersebut?

Pertama sekali jejak karbon tersebut harus dikurangi dulu. Dikurangi sampai dengan benar-benar hanya jejak karbon yang tidak bisa dihindari yang dilakukan. Hal ini bisa dilakukan dengan misalnya melalui kegiatan efisiensi energi, hanya melakukan kegiatan yang dianggap perlu, atau memanfaatkan sumber energi lain yang mempunyai jejak karbon lebih rendah, contoh mengganti kompor minyak tanah ke kompor LPG atau memanfaatkan energi terbarukan.

Bagi individu, kegiatan ini jauh lebih dilakukan mudah daripada suatu organisasi atau perusahaan. Perusahaan harus mempunyai manajemen energi dan penanganan limbah yang teroganisir dan terencana dengan baik untuk bisa menurunkan emisi karbonnya, dan ini sebenarnya sangat mungkin dilakukan karena biasanya juga berdampak pada peningkatan efisiensi dan naiknya profit perusahaan tersebut.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kemudian apabila kita ingin benar-benar menghapus dosa atau menetralkan emisi kita?

Penetralan jejak karbon

Dibutuhkan kegiatan tambahan untuk bisa menetralkan jejak karbon yang telah dihitung tersebut. Konsep carbon neutral ada dua metode, yaitu yang pertama melakukan kegiatan penyerapan emisi sendiri dan yang kedua dengan membeli hasil pengurangan emisi yang telah dilakukan oleh pihak lain.

Kegiatan penyerapan emisi sendiri yang paling konservatif dalam penetralan karbon adalah dengan melalui penanaman pohon. Pohon bisa menyerap dan mengubah CO2 menjadi O2. Contohnya adalah apabila satu hektar tanaman mangrove secara rata-rata bisa menyerap emisi 30 ton CO2 selama satu tahun, maka apabila suatu perusahaan emisi CO2 nya sebesar 3000 ton dia harus melakukan penanaman dan pemeliharaan 100 hektar mangrove sebagai kompensasi dari penetralan jejak karbonnya.

Karena keterbatasan kemampuan dan kendala teknis, jarang perusahaan di dunia ini yang bisa melakukan upaya penetralan karbon sendiri, apalagi bila perusahaan tersebut besar dan banyak aktivitasnya. Untuk itu, dimungkinkan mengalihkan kegiatan tersebut pada pihak lain dengan cara membeli hasil penurunan emisinya sejumlah emisi yang akan dinetralkan. Konsep kedua ini adalah yang biasa disebut sebagai perdagangan karbon, yang intinya perdagangan sertifikat hasil pengurangan emisi. Perusahaan yang secara khusus membantu upaya carbon neutral sekarang ini mulai bermunculan.

Jadi, apabila cara menghitungnya benar dan cara kompensasinya benar, perusahaan atau individu tersebut bisa menjadi carbon neutral. Emisi yang dihasilkannya dinetralkan atau dinolkan dengan kegiatan lain.

Bagi individu, penetralan jejak karbon ini adalah langkah nyata dari kontribusi penyelamatan lingkungan. Bagi perusahaan, carbon neutral company selain untuk usaha penyelamatan lingkungan juga sangat bisa menjadi bagian dari branding, marketing atau pun PR.

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah penghitungan jejak karbon dan upaya penetralan jejak karbon ini sekarang telah menjadi persyaratan beberapa negara untuk menerima produk impor dari negara lain. Beberapa negara maju sekarang ini mensyaratkan hal ini untuk menerima produk impor terutama dari negara berkembang. Otomatis penghitungan jejak karbon dan pengurangannya akan menjadi kegiatan yang sangat penting mendatang.

Jadi, kenapa anda dan perusahaan anda tidak mencoba untuk melakukannya?
image

Dalam rangka memperingati Hari Bumi 22 April 2016 ini,
Indonesia Bertanam punya solusi untuk anda: KLIK DISINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s