Agroforestry: Pendekatan Landscape / Bentangan Alam

Landscape Analysis merupakan penilaian partisipatoris tentang sebuah bentang alam dan bagaimana manusia di dalamnya berfungsi. Analisis ini bertujuan memahami bagaimana struktur dan konteks sosial mempengaruhi perikehidupan komunitas, penggunaan sumber daya alam, dan potensi untuk mengelolanya secara baik dalam bentang alam tertentu.

image

Analisis ini lebih unggul daripada pendekatan sebelumnya, yang cenderung hanya melihat aspek sosial-ekonomi dan lingkungan pada suatu program, tanpa mengaitkannya dengan orang dan komunitas yang tinggal dalam suatu bentang alam.

image

Analysis bukanlah dokumen formalitas, tetapi berfungsi mempengaruhi desain program serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan.
Landscape Analysis penting karena investasi yang baik seharusnya bersifat inklusif dan partisipatoris, melibatkan sebanyak mungkin pemangku kepentingan yang akan terpengaruh oleh pelaksanaan program. Investasi juga selayaknya menyeluruh, sehingga sebuah program betul-betul memberi manfaat bagi penduduk di sana, termasuk perempuan, kelompok marjinal, dan kelompok rawan lainnya. Misalnya akan ada program manajemen sumber daya alam yang berlokasi di sebuah hutan, perlu diketahui apakah masyarakat di sekitarnya menggantungkan kehidupan pada hutan tersebut. Atau mungkin banyak yang menjadi buruh migran, sehingga perubahan pada hutan tidak akan berpengaruh untuk mereka. Lalu, bagaimana keanekaragaman hayati akan terpengaruh oleh program tersebut dan mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul.

Pendekatan landscape dalam konsep ini, hutan tetap dipertahankan ekosistemnya, tetapi dengan memberi ruang bagi pengelolaan intensif lewat  introduksi jenis-jenis tanaman yang memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat pemukim yang hidup di pinggir hutan.  Hasilnya introduksi ini mampu untuk mengurangi laju deforestasi terutama di daerah-daerah dataran tinggi.

Pendekatan pengelolaan bentang lahan (landscape) akan berperan sebagai jawaban bagi kehidupan jutaan masyarakat yang hidup tergantung dari hutan, memadukan antara pohon dengan pertanian (Agroforestry).

Pendekatan ini tidak hanya berguna bagi para petani di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia, termasuk menjawab tantangan dari Millenium Development Goal (MDG).  Pendekatan landscape menjadi jawaban dan paduan dari dua arus pemikiran yang ada selama ini ada, yaitu memadukan antara aliran pemikiran pendekatan ekologis dan aliran pemikiran pendekatan sosial.

image

image

Photo : International Course at Cifor. “Governance Landscape, Nature and People”  September 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s