Persiapan tempat
Rumah tanam alias kumbung bisa sangat sederhana. Pada percobaan itu rumah kandang sapi yang sudah tidak digunakan. Disana terdapat bak semen untuk pakan. Bak itulah yang digunakan untuk media tanam. Sebelum digunakan, bak semen dan sekitarnya dibersihkan dengan air.
Lakukan sanitasi dengan menyemprot formalin 1%. Terakhir ruangan ditaburi air kapur. Rumah tiram bekas kandang sapi ditutup dengan terpal plastik agar kebersihan terjaga dan terhindar dari udara terbuka. Persiapan dilakukan 2 minggu sebelum pelaksanaan. Tiga hari sebelum penanaman, sanitasi diulang kembali.
Gunakan media tanam seperti biasa digunakan untuk baglog. Setiap 100 kg serbuk gergaji ditambahkan dedak atau bekatul sebanyak 5%, kapur 2%, polard 5%. Pertahankan media pada ph 6, caranya sama seperti bahan baku media baglog. Bahan-bahan yang telah dicampur merata itu dimasukkan ke dalam kantong atau karung plastik masing-masing 10 kg. Sterilkan media dalam karung plastik selama 12 jam. Bila menggunakan boks yang bisa diatur sampai suhu 120 oC, cukup 3 – 4 jam.
Tanam bibit
Setelah dingin, media yang telah disterilkan itu dibuka dan ditaburkan di atas bak semen dengan ketebalan 20 cm. Sebelum media ditaburkan, taburkan bibit jamur tiram di dasar bak. Dosis bibit 2-3 m2 luasan bak setara dengan bibit 1 kg baglog. Baru setelah itu ditebar media merata di atas bak semen. Gunakan papan untuk meratakan permukaan.
Media itu perlu diberi bibit tambahan. Caranya buat lubang tanam dengan jarak antarlubang 5 cm x 10 cm atau sesuai dengan kondisi. Masukkan bibit kedalam lubang tambahan itu menggunakan pinset. Tutup kembali lubang dengan media, tapi jangan ditekan. Cukup diratakan dengan papan.
Selanjutnya media ditutup koran dan plastik. Lapisan pertama, koran, berguna untuk menjaga kelembapan. Yang kedua, plastik, berfungsi untuk menutupi seluruh media agar rapat. Plastik tidak perlu mahal dan tahan panas. Boleh juga digunakan mulsa plastik, gunakan bata sebagai pemberat atau diikat secara melintang dengan bantuan tali dan bambu.
Pengecekan
Pengecekan dilakukan pada minggu ke-2 dan ke-3. Pada periode ini miselium sudah mulai menjalar walaupun belum penuh. Rangsang penyebaran miselium dengan membuat lubang diantara miselim yang belum menyebar di sisinya. Itu membuat aerasi lancar sehingga memicu pertumbuhan miselium. Yang perlu diperhatikan, buat lubang itu dengan tongkat yang telah disterilkan secara perlahan-lahan agar miselium tidak rusak.
Bila pada saat itu terlihat ada media yang terkontaminasi, semprotkan fungisida. Yang lebih aman dengan cara menaburkan garam dapur atau menyiram air garam diatasnya. Formalin 1% dan probiotik 1- 2% bisa dijadikan pilihan alternatif.
Pada minggu ke-4 dan ke-5 miselium hampir penuh. Kertas koran yang menghalangi pertumbuhan dianggat. Pinhead atau calon jamur kecil yang mulai tumbuh harus diberikan keleluasan tumbuh dengan cara menggeser plastik penutup atau pembaratnya. Sehinggu kemudia plastik dibuka dan diberi penyiraman berkabut untuk merangsang pertumbuhan pinhead. Pada saat itu miselium telah memenuhi media.
Panen
Penen dilakukan bila tudung jamur telah cukup besar. Pengambilan hasil itu harus hati-hati. Jaga media jangan sampai rusak agar miselium yang masih tumbuh menghasilkan jamur lagi. Caranya, jamur dipetik dengan memutar batangya sambil sedikit mengangkat. Dengan begitu jamur terlepas dar media, sementara media tetap utuh.
Bgmn analisa biaya dan keuntungannya dibandingkan dgn menggunakan baglog ?
Produktivitasnya apa lebih banyak atau sama ?
Mohon jawaban.
Terima kasih