Kiat sukses budidaya Lobster di samping rumah

Alat dan Bahan

  1. Bak
  2. Aerator/blower
  3. Aquarium
  4. Pompa
  5. Peralatan lapangan
  6. Alat ukur kualitas air
  7. Sikat
  8. Ember
  9. Selang sypon.
  10. Pipa paralon 2-5 incii
  11. Seser
  12. Timbangan
  13. Bibit Lobster
  14. Pakan
  15. Air Bersih
  16. Obat – obatan
  17. Metyline Blue              .

4.   Strategi Pelaksanaan

 

Kegiatan yang dilaksanakan selama magang  pembesaran lobster air tawar adalah:

  1. 1.    Persiapan wadah dan media

Prosedur persiapan wadah dan media sebagai berikut :

  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Pencucian bak pemeliharaan dengan cara menyikat dari lumut yang menempel dan kotoran yang berada pada dasar maupun dinding bak
  3. Pengeringan bak selama beberapa hari atau langsung diisi dengan air kemudian dibiarkan 1 hari
  4. Pengisian air media dengan ketinggian antara air 15-20 cm pada bak setinggi 40 cm. Air yang digunakan harus bersih dari kotoran atau air yang talah diinapkan  minimal selama 12 jam
  5. Pemberian plastik bergelombang atau dengan menggunakan pipa paralon ukran 1-2 inchi
  6. Pengaturan aerasi yang berupa pengaturan tekanan aerasi dipasang sebanyak 1 buah pada bak pemeliharaan dan pastikan posisi selang dan batu aerasi sudah tepat



2. 

  1.    Penebaran Benih

Prosedur Penebaran Benih  sebagai berikut :

  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
    1. Tentukan padat tebar benih. Untuk padat tebar bervariasi antara 50-100 ekor/M2
    2. Benih yang akan ditebar diseleksi berdasarkan ukurannya
    3. Hitung jumlah benih yang akan di tebar
    4. Aklimatisasi benih dilakukan dengan merendamkan benih dalam media pemeliharaan kemudian benih ditebar secara perlahan agar terhindar dari stress.
    5. 3.    Pemeliharaaan Benih

Prosedur pemeliharaan benih sebagai berikut :

  1. a.      Pemberian pakan

Pakan yang diberikan untuk benih dapat berupa : pellet, cacing, keong dan tepung. Pemberian pakan diberikan dengan prosedur :

  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Pemberian pakan pellet dapat langsung ditebarkan pada bak
    1. Dalam pemberian tubifek dilakukan pencucian terlebih dahulu sebelum diberikan pada benih dan keong mas diberikan dalam bentuk cacahan.
    2. Sedangkan pemberian pakan berupa tepung untuk benih diberikan dengan pemberian air sedikit agar tepung tidak mengapung pada permukaan air.
  1. b.      Pengelolaan kualitas air

Prosedur  pengelolaan kualitas air sebagai berikut :

  1. Sediakan alat pengukuran kualitas air
  2. Lakukan pengukuran suhu, pH, DO dan ketinggian air
    1. Pergantian air cukup membuka saluran pengeluaran dan mengganti dengan air yang baru
    2. Sypon dilakukan dengan menyedot kotoran dengan menggunakan selang
    3. Catat data nilai pengukuran kualitas air per hari
  1. c.       Sampling

Prosedur sampling sebagai berikut :

  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
    1. Ambil sample sebanyak 10 ekor lobster dan ditimbang
    2. Sample dirata-ratakan dengan menjumlahkan seluruh berat hasil timbangan kemudian dibagi dengan jumlah sample yang diambil.
    3. Ukur panjang total lobster sebayak 10 ekor kemudian rata- ratakan
    4. Catat data hasil samplingperminggunya
  1. 4.    Pemanenan

Prosedur  pemanenan sebagai berikut :

  1. Sediakan alat dan bahan yang dipelukan
  2. Angkat pipa paralon atau plastik bergelombang
  3. Buka saluran pengeluaran air kemudian biarkan lobster keluar dan terampung pada wadah penampungan
  1. 5.    Pengemasan

Prosedur  pengemasan sebagai berikut :

  1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
  2. Sediakan kantong plastik yang di isi air bersih
  3. Masukan lobster kedalam kantong yang berisi air
  4. Injeksi dengan oksigen
  5. Kemudian ikat dengan karet gelang.
  1. 6.    Pengangkutan
    1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
    2. Menyiapkan wadah styrofoam
      1. Masukkan kantong yang sudah berisi lobster kemudia lakukan pemberian es pada sisistyrofoam
      2. Pemberian label pada bagian atas styrofoam
        1. Pemberian lakban dengan erat kemudian disusun pada mobil pengangkut dan usahakan tumpukan padat sehingga rapat dan menghindari tumpukan jatuh.

C.    Pembahasaan

1.   Sarana Pembesaran Lobster

 

Sarana pokok, penunjang, maupun sarana pelengkap yang digunakan dalam pengoperasian pembesaran udang lobster harus dirancang sedemikian rupa untuk menjamin keberhasilan produksi maupun keuntungan ekonomis.

a.   Sarana Pokok

 

Sarana pokok meliputi bak pemeliharaan benih, bak kultur pakan, bak penetasan artemia serta bangunan dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan pokok pembesaran.

i).   Bak Pemeliharaan Benih

 

Bentuk pemeliharaan lobster sangat bervariasi. Namun bak yang digunakan pada pemeliharaan lobster air tawar di Departemen Perikanan Budidaya menggunakan bak persegi yang didesain dengan baik agar mudah dalam pemanenan dan pengontrolan lobster. Ukuran bak dengan luas 2 m dengan tinggi bak 40 cm. Ukuran tersebut sangat ideal karena mudah dalam pengontrolan benih dan induk lobster. Bak pemeliharaan benih terbuat dari semen. Untuk mencegah luapan air bak dan menciptakan kondisi air yang mengalir dibuat lubang saluran pembuangan dibagian dasar bak dengan  diameter 2,5 cm. Karena lubang ini berfungsi sebagai pengeluaran air, maka dasarnya dibuat agak rendah untuk memudahkan air dan kotoran keluar saat pembuangan air.

ii).  Bak Penetasan Artemia

Bak penetasan artemia terbuat dari wadah pastik dan berbentuk kerucut agar memudahkan dalam pemisahan cangkang dan proses pemanenan. Volume wadah yang digunakan adalah 19 liter yang dilengkapi dengan pipa aerasi dan dihubungkan dengan saluran aerasi yang berasal dari blower.

Gambar 2. Tempat Penetasan Artemia

iii). Pipa Paralon

 

Fungsi pipa paralon dalam pembesaran lobster air tawar adalah sebagai tempat persembunyian dan sekaligus tempat berlindung dari sengatan cahaya matahari secara langsung. Pipa paralon yang dipakai beragam ukurannya, mulai dari ukuran 2, 3, 5, 9 dan 11 cm tergantung pada ukuran lobster yang dipelihara. Pipa paralon kemudian diletakan pada dasar bak pemeliharan secara horizontal. Jumlah pipa paralon yang dimasukan dalam bak sebagai tempat berlindung adalah 1:1, dimana satu pipa paralon hanya ditempati oleh satu lobster. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar lobster mendapatkan tempat berlindung secara merata untuk menghindari lobster berebut tempat berlindung.  Hal ini sesuai dengan sifat lobster yang nocturnal, sehingga cenderung akan mencari tempat yang gelap dan tempat perlindungan. Dalam hal ini, Hatchery Departemen Perikanan Budidaya menggunakan pipa parelon dan plastic bergelombang untuk memenuhi sifat lobster. Paralon yang digunakan memiliki diameter 5 cm untuk lobster dengan ukuran 5-8 cm, sedangkan lobster dengan ukuran 10–15 cm menggunakan paralon berukuran 10 cm dan lobster berukuran lebih dari 15 cm menggunakan paralon berukuran diameter 12,5 cm.

Gambar 3. Ukuran Paralon yang digunakan

Selain penggunaaan pipa paralon, digunakan pula plastik bergelombang yang sudah dipotong – potong dengan ukuran 20 cm x 10 cm. Plastik bergelombang ini digunakan pada benih lobster ukuran 2 inchi.

b.   Sarana Penunjang

 

Sarana penunjang terdiri dari bak penampungan air, instalasi aerasi atau blower dan peralatan pendukung lainnya.

i).     Bak Penampungan Air

Bak ini digunakan untuk menyalurkan air tawar bersih ke bak atau sarana yang memerlukan air bersih. Bak yang ada di Departemen Perikanan Budidaya dinamakan bak tandon yang berfungsi sebagai tempat menampung air bersih untuk disalurkan ke bak pemeliharaan lobster.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s