Tumpang Sari : Pola Pikir Petani Cerdas

Bertanam dengan sistem tumpang sari adalah berbudidaya tanaman (terutama hortikulturasayuran) dengan lebih dari 1 macam tanaman/ komoditas dalam 1 lahan pertanian. Dalam pengelolaan tanaman tumpang sari,komoditas tanaman didahulukan tanaman yang waktu panennya lebih pendek baru disusul dengan komoditas lain yang waktu panennya lebih panjang. Dalam 1 lahan pertanian kita bisa mengoptimalkan dengan 2 – 4 macam jenis komoditas.

Pengelolaan tanaman dengan sistem tumpang sari tidak terlalu rumit. Selama pengolahan tanahkebutuhan pupuk diperlukan lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan nutrisi  tanaman, tetapi selanjutnya pemupukan bisa diberikan dengan cara pengocoran lewat akar atau penyemprotan lewat daun.



Dalam pengendalian hama penyakit, budidaya sistem tumpang sari tidak terlalu repot karena sekali pengendalian hama, akan efektif juga bagi tanaman yang lain. Bila pemilihan tanaman tumpang sari tepat, mampu mengendalikan secara alami karena ada tanaman tertentu yang mampu mengusir hama bagi tanaman lain. Pemanean sistem tumpang sari tidak merepotkan petani, karena selama bertanam telah memperhitungkan waktu panen, sehingga waktu panen  tidak bersamaan

Hal yang perlu diperhatikan pada lahan tumpang sari adalah tingkat kesuburan lahan, yaitu dengan mengoptimalkan tingkat kesuburan lahan dengan cara : KLIK DISINI

Dan dianjurkan penggunaan jamur trichoderma untuk mengoptimalkan daya tahan tanama dari serangan penyakit oleh jamur patogen. Cara membuat Trichoderma : KLIK DISINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s