Teknologi Budidaya Lada Perdu di Lahan 

Pada umumnya pembudidayaan tanaman lada oleh masyarakat, dilakukan dengan sulur panjat. Hal ini membutuhkan tiang panjat, baik tiang hidup (pohon) maupun tiang mati. Ada  kekurangan metode penanaman lada dengan sulur panjat. Dari biaya modal penanaman sulur panjat sampai biaya tinggi pada saat pemanenan. 


Dari hasil penelitian dan rekayasa, ditemukan cara pembudidayaan lada perdu. Jika, lada sulur panjat, maka tanaman lada akan tumbuh memanjat, lain jika dengan sulut perdu. Tanaman lada tidak tumbuh keatas namun akan menyebar kesamping. Dengan keadaan ini, tentu penaman dengan sulur perdu, lebih hemat biaya. Petani lada tidak perlu mengadakan tiang panjat, dan juga saat pemanenan akan lebih mudah memetik lada, debanding dengan sulur panjat, yang membuthkan alat bantu tangga untuk memanen lada. 

Memang sampai saat ini penanaman dengan sulur panjat hasil produksinya lebih banyak dibanding dengan cara lada perdu. Namun tidak menutup kemungkinan jika budidaya lada perdu dapat ditingkatkan hasil produksinya, dengan kemajuan dan teknologi yang ada sekarang ini.

Lada perdu di perbanyak dengan perbanyakan vegetatif dengan stek cabang buah yang tumbuh mendatar. Stek cabang buah dapat disiapkan dalam dua bentuk, antara lain;


a.       Stek bertapak

Yaitu stek cabang yang menyertakan sulu panjat. Cara stek cabang bertapak yaitu pembuatan setek dengan menggunakan setek cabang primer dengan tiga sampai empat daun dan menyertakan satu buku sulur panjat. Tunas tidur dan daun penumpu yang ada pada buku sulur panjat harus dipotong dan dibuang agar tidak terbentuk lagi sulur panjat. Perbanyakan dengan stek bertapak lebih mudah berhasil karena setek menyertakan satu sulur panjat pada pangkal stek. 

b.      Stek cabang buah

Yaitu, setek cabang buah primer maupun sekunder. Cabang primer adalah cabang yang keluar dari sulur panjat, sedang cabang buah, pertumbuhan akar dan tunas lebih sulit dan lama sehingga waktu pembibitan lama. 

Saat akan menyiapkan bibit sulur perdu, sebaiknya seminggu sebelum pengambilan batang lada, tanaman lada indukan, diusahakan untuk dipupuk dengan NPK 750 mg dengan perbandingan 12-12-17-2. Dan waktu pengambilan stek jam 11 s.d 12.00 WIB. Hal tersebut beralasan karena waktu-waktu tersebut merupakan waktu yang baik untuk pertumbuhan akar dan tunas bahan tanamannya.

Bagian cabang buah yang akan digunakan untuk bibit lada perdu, sebaiknya jangan terlalu tua dan juga muda. Untuk memacu pertumbuhan dan memperkecil tingkat kematian setek lada perdu di pendederan perlu perlakuan pendahuluan yang tepat, pemilihan bahan tanaman, perlakuan fisik dan penggunaan pengatur tumbuh.

Stek cabang buah sebaiknya memiliki 2-4 daun, bagian basal 5 cm diberi 3-4 kereta melinkar dari bagian pangkal setek dipotong tepat di atas buku atau bagian interkalan. Selanjutnya bagian pangkal setek terutama bagian yang dikerat, dicelup selama 30-60 detik dalam 2% H2SO4 lalu stek direndam dengan larutan IBA 2% + sukrosa selama 4 jam. Karena IBA dan zat pengatur tumbuh buatan menggunakan senyawa lain yang lebih murah dan penggunaan mudah.

Perendeman stek ke dalam larutan air kelapa dengan konsentrasi 25 % selam 1 jam dapat membantu meningkatkan pertumbuhan akar dan tunas setek cabang buah. Pendederan sebaiknya di bak atau bedengan dengn ukuran 1-1, 5 cm yang susunan medianya berturut-turut dari lapisan atas mulai dari pasir halus 0-20 cm, ijuk 5 cm dan koral 5 cm agar tercipta draenase yang baik. Media perlu diberi perlakuan nematisida seperti vapam, basamid atau shell DD.

Agar tercipta kondisi iklim mikro yang optimal yaitu kelembaban relative udara >80% dan suhu udara 28  derajat celsius perlu pembuatan rumah atap dari bahan daun rumbia atau paramet di atas bedengan. Selain itu perlu penggunaan sungkup dari kain blacu atau plastik bening. Pendederan setek cabang buah bertapak dilakukan dengan menanam setek pada media pasir. Bagian sulur panjat sebagai tapak yang panjangnya 3-5 cm, seluruhnya ditanam terbenam ke dalam pasir sampai bagian mata tidur.

Jarak tanam setek cabang buah di pendederan yaitu 10-15 cm antar bars dan 6-8 cm di dalam barisan. Untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang optimal di pendederan maka setiap hari setek disiram air dan untuk menjamin kelembaban udara yang tinggi dalam sungkup perlu di semprot air menggunakan sprayer. Hal ini dilakukan 6-8 minggu sampai keluar akar, apabila 10-12 minggu belum keluar tunas sebaiknya setek tidak digunakan. 

Pembibitan dapat dilakukan langsung pada media tanah atau polybeg. Akan tetapi cara yang praktis, efisien dan efektif adalah pembibitan langsung dalam polybeg. Syarat terpenting dari media adalah tidak cepat memadat, aerasi baik, media cukup mantap agar keadaan setek lada tidak banyak bergerak.  

Pembukaan lahan untuk penanam lada lebih baik dengan cara monokultur. Lahan harus dibersihkan dari pepohonan, belukar, rumput dan alang-alang. Lahan dicangkul dengan kedalaman 20 cm, jarak tanam 1m dalam barisan dan 1, 5 -2 m antar barisan. 


Ukuran lubang tanam dengan panjang 40 cm, lebar 40 cm dan kedalam lubang 40-60. Lubang tanam dibiarkan 2-3 minggu dan lubang tanam ditutup dengan campuran tanah atas dan pupuk kandang sebanyak 5-10 kg per lubang. Penanaman lada di lakukan saat hujan cukup merata. Agar tidak tersengat matahari langsung Bibit lada yang ditanam harus di lindungi dengan alang-alang. 

Setelah bibit lada tumbuh, langkah selanjutnya adalah dengan menyiang dan penggemuran tanah setiap sebulan sekali. Penyiangan bertujuan untuk mengurangi gulma dan rumput liar yang akan menjadikan persaingan hara. Selain penyiangan, pemberian pupuk kandang harus dilakukan dengan pupuk 5-10 dan mulsa setiap awal musim kemarau. 

Sebagaimana pada umumnya tanaman lada sering terserang penyakit busuk pangkal batang. Ini menjadi masalah utama. Namun kami punya solusi untuk hal ini : KLIK DISINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s