Admin, Menyampaikan Potensi Wirausaha Sosial Di WMM 2016 

Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2016, Tahun ini, Bank Mandiri selaku penyelenggara menghadirkan kategori baru, yaitu sosial (Wirausaha Sosial). WMM 2016 ini didesain untuk memberikan kontribusi positif pada masyarakat secara luas. Ini juga bentuk apresiasi bank Mandiri pada pertumbuhan kegiatan wirausaha bersifat sosial yang digagas para generasi muda. Luar biasa, memang, generasi muda zaman sekarang. Saya pun merasa bangga bisa bergabung dengan mereka-mereka yang melakukan usaha nonprofit berbasis sosial dengan keinginan untuk saling berbagi dan memberikan dampak positif dengan lingkungan sekitarnya. Slogan ” Muda, Inovatif + PEDULI

Kebetulan sekali, Admin Indonesia Bertanam, mewakili CV. Waroeng Web diberikan kesempatan berhak maju sebagai Finalis ke tingkat nasional lomba WMM 2016 ini. Berikut konfirmasi dari pihak penyelenggara melalui email :

Dan jika tidak ada halangan, insyaallah admin ( Jakes Sito ) akan hadir di Kota Bogor tangggal 4-12 Maret 2017.  Selain presentasi, juga diadakan kegiatan Ekspo dari 9-11 Maret 2017 yang akan dihadiri Presiden RI dan Gubernur Jawa Barat.

Pada kesempatan ini, admin mengangkat Produk Benih Unggul hasil produksi Petani Pemulia Lokal untuk meningkatkan produksi padi masyarakat petani sekitarnya dengan menggunakan benih unggul yang akhirnya bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para petani.

CV. Waroeng Web sebagai produsen benih padi, yang dipimpin admin sendiri, mencoba membina para petani lokal menjadi petani pemulia benih padi yang terlatih dan profesional. Sehingga bisa meningkatkan nilai tambah komoditi pada petani tsb. Yang mana biasanya gabah hasil panen dijual petani ke tengkulak dengan harga Rp.4.500 per kg. Sedangkan setelah menjadi petani pemulia mereka bisa menjual gabah dengan harga Rp.6.000 per kg. Artinya ada nilai tambah yang signifikan sebesar Rp.1.500 di tingkat petani pemulia.

Sedangkan di tingkat petani pada umumnya adalah sulitnya mendapatkan benih-benih padi unggul. Padahal posisi keberadaan benih padi pada sektor budidaya merupakan kunci utama menjadi prioritas. Setelah itu didukung oleh paket teknologi lainnya ( baca Panca Usaha Tani ).

Sebagai perbandingan, jika petani tidak menggunakan benih unggul maka produksi sangat rendah yaitu sekitar 4 ton per ha. Namun kalau petani menggunakan benih unggul ada peluang peningkatan produksi sebesar 2-3 ton per ha, yaitu produksi padi bisa mencapai 7 ton per ha bahkan ditingkat percobaan peneliti bisa 9-10 ton per ha.

Dampak sosial ekonomi di masyarakat dari kegiata Wirausaha Sosial sebagai Produsen benih padi unggul selama ini sangat dirasakan oleh para petani sekitarnya. Walau belum bisa menjangkau masyarakat lebih luas karena masih sekala UKMM. Kedepan diharapkan usaha ini bisa tumbuh lebih besar lagi untuk menjangkau petani lebih luas. Akhirnya Indonesia akan berhasil swasembada pangan. Amiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s