Jangan Ragu Tanam Bawang Putih, Karena Punya Nilai Ekonomis dan ditargetkan untuk Swasembada

Kementerian Pertanian sedang giatnya mengejar target swasembada salah satu komoditi strategis, yaitu Bawang Putih.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto menyatakan untuk mencapai target swasembada bawang diperlukan luas tanam sekitar 65 ribu hektare dan 14 ribu hektare untuk pembibitan. “Sehingga nantinya tidak akan kesulitan mencari barang ketika swasembada dan impor bisa dihentikan,” kata Prihasto dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (11/4).

Upaya pemerintah menekan impor bawang putih sebelumnya telah diatur lewat Peraturan Menteri Pertanian 38 tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), impor harus terintegrasi dengan pengembangan komoditas dalam negeri. Aturan juga mewajibkan importir melakukan penanaman bawang putih di dalam negeri.


Terkait benih, pelaku usaha bisa membeli benih lokal atau impor. Benih lokal diperoleh dari hasil panen dan melalui proses patah dormansi. Sedangkan benih impor disarankan berasal dari Taiwan, Mesir, dan India yang telah teruji dan sesuai dengan kualitas lahan Indonesia agar hasil produksinya maksimal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: